Tidak Ada Judul.

Tujuh tahun ini, aku masih mencari jawaban atas pertanyaan yang muncul kala itu. Mengapa? Ya, hanya satu kaya tanya, mengapa. Tidak ada jawaban yang jelas, tidak ada petunjuk apapun, aku hanya meraba-raba saja. Mengapa pergimu begitu cepat? Tanpa pamit tanpa salam, tanpa tahu apakah aku melakukan kesalahan yang tak termaafkan olehmu atau tidak.

Malam ini, setelah ribuan malam aku bergumul sendiri dengan pertanyaan itu, ternyata jawabnya sederhana. Ya, karena kamu tidak mau. Sesederhana itu, namun tidak dapat ku cerna selama beberapa tahun terakhir. Malam ini, aku dapat menerima jawaban itu. Karena kamu tidak mau.

Anganku tentang kamu begitu indah, begitu tinggi, banyak masa depan yang pernah kita angankan bersama, namun tidak terlaksana.

Aku belum bisa menemukan sosok yang bisa menggantikanmu, bahkan sampai saat aku menemukan jawaban ini.

untitled

Senang rasanya ketika mendengar suara takbir malam ini, tahun lalu di malam takbir ini ada rasa yang tidak bisa diungkapkan apa namanya. Haru, bahagia, bangga, senang, sekaligus sedih.

Malam takbiran masih di kampus, menunggu hasil sidang seharian tadi.

Mereka masih disini, kami masih bersama-sama menghadapi momen ini.

Terimakasih, sahabat.

Bagaimana Jika . . .

Bagaimana jika, saat itu aku mengiyakan untuk tinggal saja, demi bersamamu?
Apakah kita akan tetap bersama hingga usai usia?

Kamu yang pernah mengisi hari-hariku, sekarang sudah bersama dengan yang lain, turut senang rasanya mendengar kabar istrimu sedang hamil :), semoga dilancarkan ya sampai pada harinya.

Apakah ini karma? atau dengan apa kau menyebutnya?

Aku bukannya tak ingin lepas dari semua ini, hanya saja bayangmu masih samar-samar hadir. Kemarin aku melihat orang yang sekilas seperti kamu, hampir saja aku memutuskan putar balik dari pada bertemu kamu. Ternyata aku hanya salah lihat saja. Selemah itu kah? Mungkin saja. Pertahanan yang sudah ku bangun bertahun-tahun lamanya seketika runtuh begitu saja ketika aku mengenalmu.

Datang tanpa salam, pergi menyisakan kenangan.


Delapan tahun sudah berlalu.

Bagaimana jika, saat itu aku memperjuangkanmu? Oh tidak, coba ku balik pertanyaannya menjadi “bagaimana jika saat itu kamu memiliki keinginan untuk mempertahankan aku?”

Sayangnya sedikit pun tak pernah terbersit dalam benakmu untuk mempertahankan aku.

Ya, aku bukanlah rumah yang kamu tuju.

Bertunangan, menikah, dan akan menjadi seorang ayah.

Selamat.

Terimakasih pernah mampir, walau hadirmu menyisakan luka, tapi aku tak menyesalinya, lagi.

Karena bersamamu, aku pernah merasakan kupu-kupu melayang di perutku, sesak yang membuncah karena rindu, dada berdegup kencang karena

Cinta.

Menjadi Manusia, Seutuhnya.

Namun apakah kita sanggup ?

Menjadi manusia, yang memanusiakan manusia lainnya.

Menjadi manusia, yang berani mengatakan apa yang dinginkannya.

Menjadi manusia, yang mengikuti standar sosial kehidupan orang kebanyakan.

Menjadi perempuan usia 25 adalah hal yang istimewa, umur emas kata mereka.

Memasuki usia 25 sudah pasti akan muncul pertanyaan “kapan”

Menjawabnya mudah, tapi untuk menjalaninya dengan hati yang ikhlas, bagaimana ?

Malam Turun di Surabaya

Menunggu malam, barangkali itu salah satu hal yang selalu dirindukan. Menunggu gelap datang bersama bulan dan bintang. Tak lupa semilir angin sejuk yang menyusup lewat jendela kecil di ujung sana.

Menikmati malam bisa jadi suatu hal yang mewah bagi mereka yang terbiasa menghabiskan waktu bersama. Sejenak melepas penat sambil memandang langit, ditemani sebuah radio yang sudah tua. Suaranya tak lagi jernih, tapi justru itulah yang menjadikannya tetap disimpan sampai sekarang.

Malam turun di Surabaya, kenar malam itu meneduhkan, membuat siapa saja yang melihatnya pasti merasa tenang. Tapi malam di Surabaya tak selalu indah

We have so many years. I have loved you, I did my best

 

 

 

 

 

 

AKUNTANSI FORENSIK – BAB 4

PIUTANG DAGANG / PERSEDIAAN YANG LEBIH SAJI

Ketika terdapat lebih saji pada piutang dagang maka dapat dipastikan bahwa akun pendapatan juga mengalami lebih saji. Namun sesekali piutang dagang atau pendapatan sengaja dibuat lebih saji untuk menutupi pencurian kas atau aset lainnya dalam jumlah besar.

KECURANGAN PENGUNGKAPAN YANG TIDAK MEMADAI

Termasuk penerbitan laporan keuangan yang mengandung kecurangan atau pernyataan yang menyesatkan dalam pengungkapannya. Yaitu pada suatu tempat di laporan tahunan atau melalui siaran pers atau media lainnya, manajemen membuat pernyataan yang salah namun tidak berpengaruh pada angka-angka atau akun-akun yang ada dalam laporan keuangan. Kecurangan pengungkapan juga termasuk pernyataan yang seharusnya dibuat oleh manajemen namun tidak dibuat oleh manajemen. Karena kecurangan pengungkapan yang tidak memadai tidak berdampak pada laporan keuangan, maka indikator analitis tidak akan muncul. Indikator dokumentasi mungkin akan ada tergantung pada jenis salah sajinya.

JENIS-JENIS KECURANGAN PENGUNGKAPAN

Kecurangan pengungkapan dapat dikategorikan menjadi tiga kelompok berikut ini :

  • Representasi yang salah terkait sifat dasar atau produk perusahaan, biasanya dilakukan melalui laporan berita, wawancara, laporan tahunan, dan lain-lain.
  • Representasi yang salah atau penghilangan dalam MD & A atau bagian laporan lain yang sifatnya non-keuangan dari laporan tahunan, Formulir 10-K, Formulir 10-Q, dan laporan laporan lainnya.
  • Representasi yang salah atau penghulangan dalam catatan kaki laporan keuangan, seperti kegagalan untuk mengungkapkan transaksi-transaksi yang terjadi dengan pihak-pihak terkait.

Di samping kecurangan pengungkapan yang melibatkan transaksi dengan pihak-pihak yang terkait, berbagai jenis kecurangan pengungkapan lain yang banyak ditemui adalah :

  • Gagal dalam mengungkapkan liabilitas bersyarat yang cukup masuk akal atau mungkin dan yang akan mendatangkan kerugian pada perusahaan.
  • Gagal dalam mengungkapkan kewajiban kontraktual termasuk pembatasan dalam aset atau liabilitas tertentu.
  • Mengungkapkan keuntungan bersyarat yang kemungkinan tidak akan terjadi. Gagal dalam mengungkapkan informasi terkait pinjaman untuk kredit.
  • Mengungkapkan kebijakan-kebijakan akuntansi yang nialinya signifikan tapi tidak memadai.
  • Mengungkapkan informasi terkait penurunan nilai pasar atas aset, termasuk sekuritas berharga secara tidak memadai.
  • Mengungkapan informasi terkait dana pensiun dan liabilitas jangka panjang lainnya secara tidak memadai.
  • Kurangnya pengungkapan terkait peristiwa-peristiwa yang nilainya signifikan.

 

INDIKATOR TERKAIT REPRESENTASI YANG SALAH TERHADAP PERUSAHAAN ATAU ASET PERUSAHAAN SECARA KESELURUHAN

Untuk memahami apakah perusahaan-perusahaan tertentu melakukan kecurangan, kita perlu memahami situasi keuangan klien, sasaran dan tujuan keuangan, dan toleransi risiko. Kita juga perlu berhati-hati terhadap perusahaan yang memiliki pertumbuhan aset, pendapatan, atau keuntungan dalam skala besar yang  tidak realistis dan perusahaan yang memiliki histori singkat, termasuk personil manajemen yang tidak dikenal atau memiliki karakteristik lain yang menjadikan kinerja atau representasi mereka terlihat mencurigakan. Berikut ini adalah beberapa contoh pertanyaan :

  • Apakah kinerja perusahaan masuk akal apabila dibandingkan dengan perusahaan sejenis?
  • Apakah kas perusahaan tidak tersedia atau tidak memadai untuk investor dalam waktu dekat?
  • Apakah keberhasilan perusahaan tergantung pada skema celah pajak?
  • Apakah bisnis tersebut merupakan bisnis yang baru di kota?

KECURANGAN PENGUNGKAPAN TERKAIT LAPORAN KEUANGAN DAN CATATAN KAKI LAPORAN KEUANGAN

Beberapa teknik pemeriksaan kecurangan dapat digunakan untuk mendeteksi pengungkapan yang tidak memadai. Pertama kita harus melihat ketidakkonsistenan antara pengungkapan dan informasi yang ada dalam laporan keuangan dan informasi lainnya yang tersedia. Kedua, haruslah dibuat pertanyaan pada manajemen dan pihak lainnya dalam perusahaan tersebut berkenaan dengan transaksi yang dilakukan dengan pihak-pihak yang terkait, liabilitas bersyarat dan kewajiban kontraktual. Cara lain untuk mengidentifikasi pengungkapan yang tidak memadai terutama yang menyangkut pihak-pihak yang terkait, adalah dengan melakukan tinjauan terhadap dokumen dan catatan perusahaan pada SEC dan lembaga regulasi lainnya mengenai nama-nama pejabat dan direksi yang menempati posisi manajemen atau direktur pada perusahaan lain.

JENIS LAIN DALAM KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN

  • Akuntansi untuk transaksi nonmoneter yang tidak tepat, sebagian besar transaksi bisnis melibatkan baik pertukaran kas maupun aset moneter.
  • Akuntansi untuk transaksi roundtrip yang tidak tepat, transaksi roundtrip melibatkan penjualan yang telah diatur sebelumnya dan pembelian kembali sejumlah barang, serngkali produk yang sama, untuk membuat kesan yang salah terhadap aktivitas bisnis dan pendapatan yang diperoleh perusahaan.
  • Akuntansi untuk pembayaran di luar negeri yang tidak tepat atas pelanggaran terhadap FCPA.
  • Penggunaan ukuran keuangan non PABU secara tidak tepat.
  • Penggunaan pengaturan akun di luar laporan posisi keuangan yang tidak tepat, pengaturan akun di luar laporan posisi keuangan sering digunakan untuk memberikan pendanaan, likuiditas, pasar, atau dukungan risiko kredit, atau untuk melakukan sewa guna usaha, lindung nulau, atau jasa penelitian dan pengembangan. Penggunaan akun dapat menyertakan struktur-struktur yang kompleks, termasuk pendanaan terstruktur atau entitas bertujuan khusus.

AKUNTANSI FORENSIK – STUDI KASUS BAB I

  • Rasio (margin) laba kotor dihitung dengan membagi laba kotor dengan penjualan bersih. Laba kotor didapat dari selisih antara pendapatan dengan HPP. HPP adalah fungsi dari persentase mark-up. Ketika persentase laba kotor meningkat secara drastis, mungkin di perusahaan tersebut sedang terjadi sesuatu yang tidak benar.

 

  • Rasio persentase retur penjualan. Ketika rasio persentase penjualan terlalu tinggi, menandakan banyak barang yang dikembalikan. Namun ketika retur penjualan rendah, maka patut dicurigai adanya tindak kecurangan. Salah satu metode yang digunakan adalah dengan memeprkecil retur penjualan.

 

  • Rasio persentase potongan penjualan. Rasio ini merupakan ukuran persentase potongan penjualan yang didapatkan oleh pelanggan. Rasio yang tiba-tiba menurun dapat berarti bahwa pelanggan membutuhkan waktu yang kama untuk membayar (dan tidak memanfaatkan potongan) atau dalam kasus kecurangan, hal ini  berarti bahwa potongan tidak dicatat dalam catatan akuntansi.

 

  • Perputaran piutang dagang. Rasio ini dihitung dengan cara membagi jumlah penjualan dengan piutang dagang. Rasio ini tepat digunakan untuk mengidentifikasi adanya indikator kecurangan. Perubahan yang tidak terduga dalam rasio ini merupakan sinyal yang kuat atas kecurangan yang  mungkin saja terjadi.

 

  • Rasio jumlah hari dalam piutang. Menambahkan piutang fiktif secara umum dapat meningkatkan jumlah hari yang dibutuhkan untuk menagih piutang, karena tidak satu pun dari piutang fiktif dapat ditagih.

 

  • Cadangan piutang tak tertagih sebagai persentase dari piutang dagang. Dihitung dengan cara membagi cadangan piutang tak tertagih dengan total piutang dagang. Cara paling umum dalam memperbesar piutang adalah dengan tidak mencatat piutang tak tertagih sebagai beban piutang tak tertagih.

 

  • Rasio perputaran aset. Dihitung dengan membagi total penjualan dengan rata-rata total aset/ rasio ini merupakan ukuran seberapa sering organisasi memutar asetnya atau jumlah pendapatan penjualan yang dihasilakn dengan setiap nilai aset yang dimiliki perusahaan.

 

  • Rasio perputaran modal kerja. Rasio ini mengindikasikan jumlah modal kerja yang digunakan dalam menghasilkan penjualan pada suatu periode. Peningkatan signifikan rasio ini mengindikasikan adanya kecurangan pendapatan.

 

  • Rasio margin kerja operasional. Seringkali ketika kecurangan pendapatan terjadi, pendapatan fiktif ditambahakan tanpa adanya tambahan pada beban. Ayat jurnal fiktif ini mengakibatkan adanya peningkatan pendapatan dan laba bersih dalam jumlah yang sama.

 

  • Laba per lembar saham. Peningkatan rasio ini secara drastis dapat mengindikasikan kecurangan namun hal tersebut tidak selalu mengindikasikan adanya kecurangan pendapatan.

 

MEMBANDINGKAN INFORMASI LK ANTAR PERUSAHAAN

Salah satu cara terbaik untuk mendeteksi kecurangan adalah dengan membandingkan kinerja perusahaan sejenis. Kinerja yang tidak sama dengan kinerja perusahaan lain yang sejenis seringkali mengindikasikan adanya kecurangan. Perbandingan dapat dilakukan dengan analisis vertikal maupun analisis horizontal. Perbandingan laporan keuangan common size antar perusahaan dalam industri yang sama dapat secara cepat menarik perhatian terhadap variasi yang ada dalam LK.

MEMBANDINGKAN JUMLAH DALAM LK DENGAN JUMLAH ASET YANG DIREPRESENTASIKAN

Membandingkan jumlah yang tercatat dalam laporan keuangan dengan aset riil sering kali menjadi cara yang tepat untuk mendeteksi adanya kecurangan. Yang menjadi pengecualian adalah ketika perusahaan menghasilkan pendapatan dari membangun aset yang melibatkan proyek konstruksi jangka panjang seperti gedung, jembatan, atau jalan raya mengakui pendapatan berdasarkan metode persentase penyelesaian.

PENCARIAN SECARA AKTIF INDIKATOR AKUNTANSI ATAU INDIKATOR DOKUMENTASI

Salah satu cara yang umumnya digunakan oleh manajemen untuk melakukan kecurangan adalah dengan melakukan posting satu atau lebih ayat jurnal secara langsung pada catatan akuntansi. Sebagai contoh, dalam skema kecurangan penjualan, manajemen mungkin memposting ayat jurnal topside untuk meningkatkan penjualan dan piutang dagang. Dengan menggunakan software tertentu, pemeriksa kecurangan dapat dengan mudah melakukan investigasi terhadap jutaan ayat jurnal untuk menemukan beberapa potensi kecurangan.

PENCARIAN SECARA AKTIF INDIKATOR PENGENDALIAN

Dua poin terkait dengan pengendalian dalam hubungannya dengan kecurangan pendapatan. Pertama, akuntan dan auditor laporan keuangan terbiasa mendapatkan pengecualian pengendalian dalam jumlah terbatas, ketika menilai kecukupan dari sistem pengendalian internal. Faktor pengendalian yang kedua adalahlingkungan pengendalian. dalam banyak kasus dari kecurangan laporan keuangan, komite audit atau dewan direksi merupakan pihak yang lemah atau tidak aktif, dan satu atau dua eksekutif memiliki kekuatan pengendalian organisasi. Komite audit atau dewan direksi yang lemah dapat menyebabkan lingkungan pengendalian yang tidak menghargai perilaku etis.

PENCARIAN SECARA AKTIF INDIKATOR PERILAKU

Berdasarkan SAS 99, auditor laporan keuangan saat ini diwajibkan untuk melakukan wawancara kepada beberapa pihak yaitu : manajemen, anggota komite audit, personel audit internal, dan pegawai-pegawai lainnya. Auditor laporan keuangan dan pemeriksa kecurangan yang mampu berkomunikasi secara efektif dengan manajemen dan personel perusahaan lainnya seringkali dapat mendeteksi adanya kecurangan. Ketidakkonsistenan dapat mengindikasikan bahwa pihak tersebut telah melakukan kecurangan.

KECURANGAN PERSEDIAAN DAN HPP

Selain skema kecurangan pendapatan, skeme kecurangan laporan keuangan yang paling umum lainnya adalah manipulasi akun-akun persediaan dan HPP.

 

PENGARUH PERSEDIAAN YANG LEBIH SAJI TERHADAP LABA RUGI
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF JIKA PERSEDIAAN YANG LEBIH SAJI MAKA
PENDAPATAN KOTOR TIDAK TERPENGARUH
RETUR PENJUALAN TIDAK TERPENGARUH
POTONGAN PENJUALAN TIDAK TERPENGARUH
PENDAPATAN BERSIH TIDAK TERPENGARUH
HPP KURANG SAJI
MARGIN KOTOR LEBIH SAJI
BEBAN TIDAK TERPENGARUH
LABA BERSIH LEBIH SAJI

 

MENGIDENTIFIKASI EKSPOSUR KECURANGAN PERSEDIAAN

Terdapat sejumlah potensi skema kecurangan persediaan. Beberapa diantaranya adalah :

  • Pencatatan ganda
  • Kapitalisasi biaya yangseharusnya dibebankan
  • Permasalahan pisah batas
  • Estimasi berlebihan terhadap persediaan
  • Faktur diterbitkan tetapi barang ditahan
  • Persediaan konsinyasi

AUDIT FORENSIK BAB I SIFAT DASAR KECURANGAN

KESERIUSAN MASALAH KECURANGAN

 

Apa itu kecurangan ?

Kecurangan adalah suatu bentuk tindakan yang dilakukan seseorang untuk memperoleh sesuatu melalui cara-cara yang bertentangan dengan norma atau kaidah yang berlaku. Kecurangan adalah sebuah penipuan yang menyertakan eleme-elemen berikut :

  • Sebuah representasi
  • Mengenai sesuatu yang bersifat material
  • Sesuatu yang tidak benar
  • Dan secara sengaja atau secara serampangan dilakukan untuk kemudian
  • Dipercaya
  • Dan ditindaklanjuti oleh korban
  • Sehingga pada akhirnya korban menanggung kerugian

Jenis-jenis kecurangan

JENIS KECURANGAN PELAKU KORBAN PENJELASAN
Kecurangan oleh pegawai Pegawai dalam organisasi Pemilik perusahaan Pegawai menggunakan posisinya untuk mengambil atau mengalihkan aset yang dimiliki perusahaan.
Kecurangan pemasok Pemasok, tempat organisasi membeli barang atau jasa. Organisasi tempat pemasok menjual barang/jasa. Pemasok memberikan tagihan yang berlebihan atau menyediakan barang dengan kualitas rendah atau jumlah barang yang lebih sedikit dari yang disepakati.
Kecurangan pelanggan Pelanggan dari organisasi Organisasi yang menjual kepada pelanggan Pelanggan tidak membayar, membayar lebih kecil, atau ingin mendapatkan yang lebih banyak dari organisasi melalui penipuan.
Penipuan investasi dan kecurangan pelanggan lainnya. Pelaku kecurangan – semua pihak Investor yang tidak berhati-hati Jenis kecurangan yang dilakukan melalui internet dan secara langsung serta memperoleh kepercayaan dari investor untuk menginvestasikan uangnya
Kecurangan-kecurangan lainnya. Semua pihak – tergantung situasi Semua pihak – tergantung situasi Setiap kali ada pihak yang mencoba mengambil keuntungan dari kepercayaan orang lain untuk menipu atau melakukan kecurangan terhadap orang tersebut.
       
       

Tuntutan pidana dan perdata atas kecurangan

Bagaimana persiapan diri dalanm menjadi profesional dalam pemberantasan kecurangan

Berbagai karier terkait kecurangan

Tinjauan tujuan pembelajaran

 

 

Bangku Taman

Semalam aku menelepon Januar, setelah perang dingin beberapa hari. Dua hari yang lalu dia menyuruh seorang kawannya untuk menghubungiku, menanyakan kabarku, serta menitip salam lewat kawannya itu. Agak terharu sebenarnya, disaat aku mengharapkan kabar dari seseorang yang bertahun-tahun ku nanti, ternyata nun jauh di ujung barat sana ada yang diam-diam menanti kabar tentangku (oke ini berlebihan haha).

Je, terimakasih sudah selalu ada di saat-saat terlemahku seperti ini. Kita memang sangat jarang bertemu, bahkan terakhir kali aku bertatap muka denganmu itu sudah lima tahun yang lalu. Situasinya hampir sama seperti sekarang ini, saat hatiku patah lagi, dengan orang yang sama. Kali ini memang aku yang salah ya haha.

Aku hanya berharap suatu hari nanti kita bisa bercengkrama lagi di taman kota, menanti senja tiba sambil menunggu hujan reda. Kita berdua hanya duduk terdiam di bangku taman sambil memandang ke arah gereja, betapa saat itu aku merasa sepasang sahabat sedang memasrahkan takdir yang sedang melalui keduanya. Betapa saat itu kita pasrah akan apa saja yang sedang dan akan terjadi, tidak bisa menolak, apalagi melawan.

Sekarang, aku dihadapkan pada situasi yang hampir sama. Hanya saja sekarang, kita tidak bisa bertemu. Aku tidak bisa menangis sesenggukan lagi di depanmu. Semoga aku kuat ya 🙂

Apapun itu, terimakasih sudah menjadi sahabat yang sebenar-benarnya. Walau pun kita jauh, semoga suatu hari ketika kamu membaca tulisan ini, kita sudah bisa bertemu lagi. Di waktu dan tempat yang tepat 🙂

 

Surabaya, 7 September 2018