Malam Turun di Surabaya

Menunggu malam, barangkali itu salah satu hal yang selalu dirindukan. Menunggu gelap datang bersama bulan dan bintang. Tak lupa semilir angin sejuk yang menyusup lewat jendela kecil di ujung sana.

Menikmati malam bisa jadi suatu hal yang mewah bagi mereka yang terbiasa menghabiskan waktu bersama. Sejenak melepas penat sambil memandang langit, ditemani sebuah radio yang sudah tua. Suaranya tak lagi jernih, tapi justru itulah yang menjadikannya tetap disimpan sampai sekarang.

Malam turun di Surabaya, kenar malam itu meneduhkan, membuat siapa saja yang melihatnya pasti merasa tenang. Tapi malam di Surabaya tak selalu indah

We have so many years. I have loved you, I did my best

 

 

 

 

 

 

Advertisements

AKUNTANSI FORENSIK – BAB 4

PIUTANG DAGANG / PERSEDIAAN YANG LEBIH SAJI

Ketika terdapat lebih saji pada piutang dagang maka dapat dipastikan bahwa akun pendapatan juga mengalami lebih saji. Namun sesekali piutang dagang atau pendapatan sengaja dibuat lebih saji untuk menutupi pencurian kas atau aset lainnya dalam jumlah besar.

KECURANGAN PENGUNGKAPAN YANG TIDAK MEMADAI

Termasuk penerbitan laporan keuangan yang mengandung kecurangan atau pernyataan yang menyesatkan dalam pengungkapannya. Yaitu pada suatu tempat di laporan tahunan atau melalui siaran pers atau media lainnya, manajemen membuat pernyataan yang salah namun tidak berpengaruh pada angka-angka atau akun-akun yang ada dalam laporan keuangan. Kecurangan pengungkapan juga termasuk pernyataan yang seharusnya dibuat oleh manajemen namun tidak dibuat oleh manajemen. Karena kecurangan pengungkapan yang tidak memadai tidak berdampak pada laporan keuangan, maka indikator analitis tidak akan muncul. Indikator dokumentasi mungkin akan ada tergantung pada jenis salah sajinya.

JENIS-JENIS KECURANGAN PENGUNGKAPAN

Kecurangan pengungkapan dapat dikategorikan menjadi tiga kelompok berikut ini :

  • Representasi yang salah terkait sifat dasar atau produk perusahaan, biasanya dilakukan melalui laporan berita, wawancara, laporan tahunan, dan lain-lain.
  • Representasi yang salah atau penghilangan dalam MD & A atau bagian laporan lain yang sifatnya non-keuangan dari laporan tahunan, Formulir 10-K, Formulir 10-Q, dan laporan laporan lainnya.
  • Representasi yang salah atau penghulangan dalam catatan kaki laporan keuangan, seperti kegagalan untuk mengungkapkan transaksi-transaksi yang terjadi dengan pihak-pihak terkait.

Di samping kecurangan pengungkapan yang melibatkan transaksi dengan pihak-pihak yang terkait, berbagai jenis kecurangan pengungkapan lain yang banyak ditemui adalah :

  • Gagal dalam mengungkapkan liabilitas bersyarat yang cukup masuk akal atau mungkin dan yang akan mendatangkan kerugian pada perusahaan.
  • Gagal dalam mengungkapkan kewajiban kontraktual termasuk pembatasan dalam aset atau liabilitas tertentu.
  • Mengungkapkan keuntungan bersyarat yang kemungkinan tidak akan terjadi. Gagal dalam mengungkapkan informasi terkait pinjaman untuk kredit.
  • Mengungkapkan kebijakan-kebijakan akuntansi yang nialinya signifikan tapi tidak memadai.
  • Mengungkapkan informasi terkait penurunan nilai pasar atas aset, termasuk sekuritas berharga secara tidak memadai.
  • Mengungkapan informasi terkait dana pensiun dan liabilitas jangka panjang lainnya secara tidak memadai.
  • Kurangnya pengungkapan terkait peristiwa-peristiwa yang nilainya signifikan.

 

INDIKATOR TERKAIT REPRESENTASI YANG SALAH TERHADAP PERUSAHAAN ATAU ASET PERUSAHAAN SECARA KESELURUHAN

Untuk memahami apakah perusahaan-perusahaan tertentu melakukan kecurangan, kita perlu memahami situasi keuangan klien, sasaran dan tujuan keuangan, dan toleransi risiko. Kita juga perlu berhati-hati terhadap perusahaan yang memiliki pertumbuhan aset, pendapatan, atau keuntungan dalam skala besar yang  tidak realistis dan perusahaan yang memiliki histori singkat, termasuk personil manajemen yang tidak dikenal atau memiliki karakteristik lain yang menjadikan kinerja atau representasi mereka terlihat mencurigakan. Berikut ini adalah beberapa contoh pertanyaan :

  • Apakah kinerja perusahaan masuk akal apabila dibandingkan dengan perusahaan sejenis?
  • Apakah kas perusahaan tidak tersedia atau tidak memadai untuk investor dalam waktu dekat?
  • Apakah keberhasilan perusahaan tergantung pada skema celah pajak?
  • Apakah bisnis tersebut merupakan bisnis yang baru di kota?

KECURANGAN PENGUNGKAPAN TERKAIT LAPORAN KEUANGAN DAN CATATAN KAKI LAPORAN KEUANGAN

Beberapa teknik pemeriksaan kecurangan dapat digunakan untuk mendeteksi pengungkapan yang tidak memadai. Pertama kita harus melihat ketidakkonsistenan antara pengungkapan dan informasi yang ada dalam laporan keuangan dan informasi lainnya yang tersedia. Kedua, haruslah dibuat pertanyaan pada manajemen dan pihak lainnya dalam perusahaan tersebut berkenaan dengan transaksi yang dilakukan dengan pihak-pihak yang terkait, liabilitas bersyarat dan kewajiban kontraktual. Cara lain untuk mengidentifikasi pengungkapan yang tidak memadai terutama yang menyangkut pihak-pihak yang terkait, adalah dengan melakukan tinjauan terhadap dokumen dan catatan perusahaan pada SEC dan lembaga regulasi lainnya mengenai nama-nama pejabat dan direksi yang menempati posisi manajemen atau direktur pada perusahaan lain.

JENIS LAIN DALAM KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN

  • Akuntansi untuk transaksi nonmoneter yang tidak tepat, sebagian besar transaksi bisnis melibatkan baik pertukaran kas maupun aset moneter.
  • Akuntansi untuk transaksi roundtrip yang tidak tepat, transaksi roundtrip melibatkan penjualan yang telah diatur sebelumnya dan pembelian kembali sejumlah barang, serngkali produk yang sama, untuk membuat kesan yang salah terhadap aktivitas bisnis dan pendapatan yang diperoleh perusahaan.
  • Akuntansi untuk pembayaran di luar negeri yang tidak tepat atas pelanggaran terhadap FCPA.
  • Penggunaan ukuran keuangan non PABU secara tidak tepat.
  • Penggunaan pengaturan akun di luar laporan posisi keuangan yang tidak tepat, pengaturan akun di luar laporan posisi keuangan sering digunakan untuk memberikan pendanaan, likuiditas, pasar, atau dukungan risiko kredit, atau untuk melakukan sewa guna usaha, lindung nulau, atau jasa penelitian dan pengembangan. Penggunaan akun dapat menyertakan struktur-struktur yang kompleks, termasuk pendanaan terstruktur atau entitas bertujuan khusus.

AKUNTANSI FORENSIK – STUDI KASUS BAB I

  • Rasio (margin) laba kotor dihitung dengan membagi laba kotor dengan penjualan bersih. Laba kotor didapat dari selisih antara pendapatan dengan HPP. HPP adalah fungsi dari persentase mark-up. Ketika persentase laba kotor meningkat secara drastis, mungkin di perusahaan tersebut sedang terjadi sesuatu yang tidak benar.

 

  • Rasio persentase retur penjualan. Ketika rasio persentase penjualan terlalu tinggi, menandakan banyak barang yang dikembalikan. Namun ketika retur penjualan rendah, maka patut dicurigai adanya tindak kecurangan. Salah satu metode yang digunakan adalah dengan memeprkecil retur penjualan.

 

  • Rasio persentase potongan penjualan. Rasio ini merupakan ukuran persentase potongan penjualan yang didapatkan oleh pelanggan. Rasio yang tiba-tiba menurun dapat berarti bahwa pelanggan membutuhkan waktu yang kama untuk membayar (dan tidak memanfaatkan potongan) atau dalam kasus kecurangan, hal ini  berarti bahwa potongan tidak dicatat dalam catatan akuntansi.

 

  • Perputaran piutang dagang. Rasio ini dihitung dengan cara membagi jumlah penjualan dengan piutang dagang. Rasio ini tepat digunakan untuk mengidentifikasi adanya indikator kecurangan. Perubahan yang tidak terduga dalam rasio ini merupakan sinyal yang kuat atas kecurangan yang  mungkin saja terjadi.

 

  • Rasio jumlah hari dalam piutang. Menambahkan piutang fiktif secara umum dapat meningkatkan jumlah hari yang dibutuhkan untuk menagih piutang, karena tidak satu pun dari piutang fiktif dapat ditagih.

 

  • Cadangan piutang tak tertagih sebagai persentase dari piutang dagang. Dihitung dengan cara membagi cadangan piutang tak tertagih dengan total piutang dagang. Cara paling umum dalam memperbesar piutang adalah dengan tidak mencatat piutang tak tertagih sebagai beban piutang tak tertagih.

 

  • Rasio perputaran aset. Dihitung dengan membagi total penjualan dengan rata-rata total aset/ rasio ini merupakan ukuran seberapa sering organisasi memutar asetnya atau jumlah pendapatan penjualan yang dihasilakn dengan setiap nilai aset yang dimiliki perusahaan.

 

  • Rasio perputaran modal kerja. Rasio ini mengindikasikan jumlah modal kerja yang digunakan dalam menghasilkan penjualan pada suatu periode. Peningkatan signifikan rasio ini mengindikasikan adanya kecurangan pendapatan.

 

  • Rasio margin kerja operasional. Seringkali ketika kecurangan pendapatan terjadi, pendapatan fiktif ditambahakan tanpa adanya tambahan pada beban. Ayat jurnal fiktif ini mengakibatkan adanya peningkatan pendapatan dan laba bersih dalam jumlah yang sama.

 

  • Laba per lembar saham. Peningkatan rasio ini secara drastis dapat mengindikasikan kecurangan namun hal tersebut tidak selalu mengindikasikan adanya kecurangan pendapatan.

 

MEMBANDINGKAN INFORMASI LK ANTAR PERUSAHAAN

Salah satu cara terbaik untuk mendeteksi kecurangan adalah dengan membandingkan kinerja perusahaan sejenis. Kinerja yang tidak sama dengan kinerja perusahaan lain yang sejenis seringkali mengindikasikan adanya kecurangan. Perbandingan dapat dilakukan dengan analisis vertikal maupun analisis horizontal. Perbandingan laporan keuangan common size antar perusahaan dalam industri yang sama dapat secara cepat menarik perhatian terhadap variasi yang ada dalam LK.

MEMBANDINGKAN JUMLAH DALAM LK DENGAN JUMLAH ASET YANG DIREPRESENTASIKAN

Membandingkan jumlah yang tercatat dalam laporan keuangan dengan aset riil sering kali menjadi cara yang tepat untuk mendeteksi adanya kecurangan. Yang menjadi pengecualian adalah ketika perusahaan menghasilkan pendapatan dari membangun aset yang melibatkan proyek konstruksi jangka panjang seperti gedung, jembatan, atau jalan raya mengakui pendapatan berdasarkan metode persentase penyelesaian.

PENCARIAN SECARA AKTIF INDIKATOR AKUNTANSI ATAU INDIKATOR DOKUMENTASI

Salah satu cara yang umumnya digunakan oleh manajemen untuk melakukan kecurangan adalah dengan melakukan posting satu atau lebih ayat jurnal secara langsung pada catatan akuntansi. Sebagai contoh, dalam skema kecurangan penjualan, manajemen mungkin memposting ayat jurnal topside untuk meningkatkan penjualan dan piutang dagang. Dengan menggunakan software tertentu, pemeriksa kecurangan dapat dengan mudah melakukan investigasi terhadap jutaan ayat jurnal untuk menemukan beberapa potensi kecurangan.

PENCARIAN SECARA AKTIF INDIKATOR PENGENDALIAN

Dua poin terkait dengan pengendalian dalam hubungannya dengan kecurangan pendapatan. Pertama, akuntan dan auditor laporan keuangan terbiasa mendapatkan pengecualian pengendalian dalam jumlah terbatas, ketika menilai kecukupan dari sistem pengendalian internal. Faktor pengendalian yang kedua adalahlingkungan pengendalian. dalam banyak kasus dari kecurangan laporan keuangan, komite audit atau dewan direksi merupakan pihak yang lemah atau tidak aktif, dan satu atau dua eksekutif memiliki kekuatan pengendalian organisasi. Komite audit atau dewan direksi yang lemah dapat menyebabkan lingkungan pengendalian yang tidak menghargai perilaku etis.

PENCARIAN SECARA AKTIF INDIKATOR PERILAKU

Berdasarkan SAS 99, auditor laporan keuangan saat ini diwajibkan untuk melakukan wawancara kepada beberapa pihak yaitu : manajemen, anggota komite audit, personel audit internal, dan pegawai-pegawai lainnya. Auditor laporan keuangan dan pemeriksa kecurangan yang mampu berkomunikasi secara efektif dengan manajemen dan personel perusahaan lainnya seringkali dapat mendeteksi adanya kecurangan. Ketidakkonsistenan dapat mengindikasikan bahwa pihak tersebut telah melakukan kecurangan.

KECURANGAN PERSEDIAAN DAN HPP

Selain skema kecurangan pendapatan, skeme kecurangan laporan keuangan yang paling umum lainnya adalah manipulasi akun-akun persediaan dan HPP.

 

PENGARUH PERSEDIAAN YANG LEBIH SAJI TERHADAP LABA RUGI
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF JIKA PERSEDIAAN YANG LEBIH SAJI MAKA
PENDAPATAN KOTOR TIDAK TERPENGARUH
RETUR PENJUALAN TIDAK TERPENGARUH
POTONGAN PENJUALAN TIDAK TERPENGARUH
PENDAPATAN BERSIH TIDAK TERPENGARUH
HPP KURANG SAJI
MARGIN KOTOR LEBIH SAJI
BEBAN TIDAK TERPENGARUH
LABA BERSIH LEBIH SAJI

 

MENGIDENTIFIKASI EKSPOSUR KECURANGAN PERSEDIAAN

Terdapat sejumlah potensi skema kecurangan persediaan. Beberapa diantaranya adalah :

  • Pencatatan ganda
  • Kapitalisasi biaya yangseharusnya dibebankan
  • Permasalahan pisah batas
  • Estimasi berlebihan terhadap persediaan
  • Faktur diterbitkan tetapi barang ditahan
  • Persediaan konsinyasi

AUDIT FORENSIK BAB I SIFAT DASAR KECURANGAN

KESERIUSAN MASALAH KECURANGAN

 

Apa itu kecurangan ?

Kecurangan adalah suatu bentuk tindakan yang dilakukan seseorang untuk memperoleh sesuatu melalui cara-cara yang bertentangan dengan norma atau kaidah yang berlaku. Kecurangan adalah sebuah penipuan yang menyertakan eleme-elemen berikut :

  • Sebuah representasi
  • Mengenai sesuatu yang bersifat material
  • Sesuatu yang tidak benar
  • Dan secara sengaja atau secara serampangan dilakukan untuk kemudian
  • Dipercaya
  • Dan ditindaklanjuti oleh korban
  • Sehingga pada akhirnya korban menanggung kerugian

Jenis-jenis kecurangan

JENIS KECURANGAN PELAKU KORBAN PENJELASAN
Kecurangan oleh pegawai Pegawai dalam organisasi Pemilik perusahaan Pegawai menggunakan posisinya untuk mengambil atau mengalihkan aset yang dimiliki perusahaan.
Kecurangan pemasok Pemasok, tempat organisasi membeli barang atau jasa. Organisasi tempat pemasok menjual barang/jasa. Pemasok memberikan tagihan yang berlebihan atau menyediakan barang dengan kualitas rendah atau jumlah barang yang lebih sedikit dari yang disepakati.
Kecurangan pelanggan Pelanggan dari organisasi Organisasi yang menjual kepada pelanggan Pelanggan tidak membayar, membayar lebih kecil, atau ingin mendapatkan yang lebih banyak dari organisasi melalui penipuan.
Penipuan investasi dan kecurangan pelanggan lainnya. Pelaku kecurangan – semua pihak Investor yang tidak berhati-hati Jenis kecurangan yang dilakukan melalui internet dan secara langsung serta memperoleh kepercayaan dari investor untuk menginvestasikan uangnya
Kecurangan-kecurangan lainnya. Semua pihak – tergantung situasi Semua pihak – tergantung situasi Setiap kali ada pihak yang mencoba mengambil keuntungan dari kepercayaan orang lain untuk menipu atau melakukan kecurangan terhadap orang tersebut.
       
       

Tuntutan pidana dan perdata atas kecurangan

Bagaimana persiapan diri dalanm menjadi profesional dalam pemberantasan kecurangan

Berbagai karier terkait kecurangan

Tinjauan tujuan pembelajaran

 

 

Bangku Taman

Semalam aku menelepon Januar, setelah perang dingin beberapa hari. Dua hari yang lalu dia menyuruh seorang kawannya untuk menghubungiku, menanyakan kabarku, serta menitip salam lewat kawannya itu. Agak terharu sebenarnya, disaat aku mengharapkan kabar dari seseorang yang bertahun-tahun ku nanti, ternyata nun jauh di ujung barat sana ada yang diam-diam menanti kabar tentangku (oke ini berlebihan haha).

Je, terimakasih sudah selalu ada di saat-saat terlemahku seperti ini. Kita memang sangat jarang bertemu, bahkan terakhir kali aku bertatap muka denganmu itu sudah lima tahun yang lalu. Situasinya hampir sama seperti sekarang ini, saat hatiku patah lagi, dengan orang yang sama. Kali ini memang aku yang salah ya haha.

Aku hanya berharap suatu hari nanti kita bisa bercengkrama lagi di taman kota, menanti senja tiba sambil menunggu hujan reda. Kita berdua hanya duduk terdiam di bangku taman sambil memandang ke arah gereja, betapa saat itu aku merasa sepasang sahabat sedang memasrahkan takdir yang sedang melalui keduanya. Betapa saat itu kita pasrah akan apa saja yang sedang dan akan terjadi, tidak bisa menolak, apalagi melawan.

Sekarang, aku dihadapkan pada situasi yang hampir sama. Hanya saja sekarang, kita tidak bisa bertemu. Aku tidak bisa menangis sesenggukan lagi di depanmu. Semoga aku kuat ya 🙂

Apapun itu, terimakasih sudah menjadi sahabat yang sebenar-benarnya. Walau pun kita jauh, semoga suatu hari ketika kamu membaca tulisan ini, kita sudah bisa bertemu lagi. Di waktu dan tempat yang tepat 🙂

 

Surabaya, 7 September 2018

sahabat.

malam ini

aku ada bersama mereka

mereka yang selama empat tahun ini hampir selalu menemani tiap malamku

kasih

barangkali itu yang membuatku bertahan dengan mereka

malam ini

aku berharap malam ini tak kan usai

karena kelak ketika kami menua, tak akan ada lagi pesta piyama

malam ini

semoga jadi malam yang akan selalu dikenang

bahwa kita pernah bersama-sama berjuang demi masa depan

malam ini

cukuplah malam ini.

 

 

 

 

 

 

SEMINAR AUDIT BAB 12 – SARBANES OXLEY

Sarbanes Oxley Act adalah undang-undang Amerika Serikat.

  • Sarbanes Oxley Act menjawab tantangan yang dihadapi perekonomian Amerika Serikat, khhususnya pasar modal dan pengawas pasar modal serta kredibilitasnya.
  • PMK dan RUU tentang Akuntan Publik mengadopsi beberapa ketentuan Sarbanes Oxley Act. Bagaimana pemanfaatan adopsi Sarbanes Oxley Act di Indonesia.
  • Ada ketetntuan Sarbanes Oxley Act yang diperluas oleh beberapa negara termasuk Indonesia. Ketentuan yang diperluas tersebut tidak tercantum dalam Sarbanes Oxley Act itu sendiri.

LATAR BELAKANG SARBANES OXLEY ACT

Sarbanes Oxley Act diundangkan pada tahun 2002. Undang-undang ini melakukan perubahan besar-besaran dalam ketentuan mengenai praktik-praktik governance dan keuangan di pasar modal Amerika Serikat. Berawal dari keluhan rakyat Amerika yang memiliki investasi di pasar modal Amerika. Mereka mengecam para CEO yang ditengarai sebagai pelaku fraud memberi kesan seolah-olah prestasi perusahaan mereka cemerlang. Para investor ini menulis surat kepada wakil-wakil mereka di Congress dan House of Representatives. Hasil dari kongres ini adalah diundangkannya Sarbanes Oxley Act.

 

PUBLIC COMPANY ACCOUNTING OVERSIGHT BOARD

PCAOB beranggotakan lima orang yang diangkat dari tokoh-tokoh yang mempunyai integritas dan reputasi yang membuktikan komitmen mereka terhadap kepentingan investor dan publik, memahami tanggung jawab dan sifat dari pengungkapan keuangan yang diwajibkan oleh undang-undang pasar modal, serta memahami kewajiban dan tanggung jawab auditor dalam membuat dan menerbitkan laporan audit.

Tugas-tugas PCAOB :

  • Mendaftarkan KAP yang mengaudit laporan emiten
  • Menetapkan atau mengadopsi melalui ketentuan perundangan, standar auditing, kendali mutu, etika, independensi, dll mengenai laporan audit emiten
  • Menginspeksi KAP
  • Melakukan investigasi serta memeriksa KAP dan personel
  • Melakukan tugas-tugas yang menurut PCAOB adalah penting dan tepat untuk meningkatkan standar profesional yang tinggi dan meningkatkan mutu jasa audit yang diberikan KAP dan personilnya.
  • Menegakkan kepatuhan terhadap Sarbanes Oxley Act, peraturan PCAOB, standar profesi, dan undang-undang pasar modal tentang pembuatan dan penerbitan laporan aiudit serta kewajiban dan tanggung jawab KAP dan personelnya.
  • Membuat anggaran dan mengelola kegiatan PCAOB.

 

INDEPENDENSI AUDITOR

Title II dari Sarbanes Oxley Act berisi ketentuan-ketentuan yang banyak diadopsi oleh negara-negara lain. Section 201 misalnya, berisi larangan memberikan jasa-jasa kepada emiten pada waktu KAP tersebut mengaudit laporan keuangan emiten tersebut. Section 203 mengatur rotasi partner audit.

 

BEBERAPA KETENTUAN SARBANES OXLEY ACT

Beberapa ketentuan Sarbanes Oxley Act yang tercantum dalam section 302, 401, 404, 409, 802, dan 902 diringkaskan sebagai berikut :

  1. Section 302 menetapkan laporan keuangan berkala yang disampaikan ke pengawas pasar modal harus berisi pernyataan mengenai :
  • Tanda tangan para pejabat perusahaan
  • Laporan tidak mengandung pernyataan yang tidak benar
  • Laporan keuangan dan informasi terkait menyajikan keadaan keuangan dan hasil usaha secara wajar dalam segala hal yang bersifat material.
  • Pra pejabat yang membubuhkan tanda tangan bertanggungjawab atas pengendalian internal perusahaan selama 90 hari terakhir.
  • Kelemahan pengendalian internal dan informasi mengenai segala fraud yang dilakukan karyawan.
  • Setiap perubahan dalam pengendalian internal dan faktor-faktor terkait dengan pengendalian internal yang berdampak negatif terhadap pengendalian internal.

 

  1. Section 401, laporan keuangan yang diterbitkan emiten harus akurat dan disajikan dengan tepat dan disajikan dengan cara yang tidak mengandung pernyataan yang tidak benar.
  2. Section 404 mewajibkan emiten mmpublikasikan dalam laporan keuangannya tentang lingkup dan kecukupan struktur serta prosedur pengendalian internal untuk pelaporan keuangan.
  3. Section 409, emiten wajib mengungkapkan kepada publik secara segera informasi mengenai perubahhan material dalam kondisi keuangan atau kegiatan operasinya.
  4. Section 802 menetapkan denda dan/atau pidana penajra maksimum 20 tahun untuk perbuatan mengubah, mengahncurkan, menyembunyikan, dan memalsukan catatan, dokumen, atau benda berwujud dengan niat menghalangi, memperlambat, atau mempengaruhi investigasi.
  5. Section 906 memperinci tanggung jawab CEO dan CFO untuk menyampaikan pernyataan tertulis bersama laporan keuangan berkala.

 

HAL POSITIF DARI SARBANES OXLEY

  • Efisien, hanya mengatur yang perlu diatur dan tidak mengatur yang tidak perlu diatur.
  • Efektif, mencapai sasaran atau tujuan yang ditetapkan secara eksplisit pada saat diterbitkannya.
  • Ekonomis, biaya untuk melaksanakannya memenuhi azas kepatutan.

 

COSO STUDY MENGENAI FRAUDULENT STATEMENTS

  1. Fraud di bidang keuangan terjadi di perusahaan dari berbagai ukuran
  2. Fraud berkenaan dengan pendapayan meliputi lebih dari 60% kasus
  3. Pemberitaan tentang dugaan fraud mengakibatkan penurunan harga saham yang abnormal
  4. Perusahaan dimana sering terjadi fraud :
  • Mengalami kebangkrutan
  • Melakukan delisting bursa saham
  • Menjual aset yang material

 

 

Menulislah.

Menulislah, walau skripsimu sedang tidak karuan karena niat yang ogah-ogahan.

Menulislah, barang sebaris dua baris agar kawan-kawanmu diluar sana tahu bahwa kamu masih hidup.

Menulislah, karena kamu ingin menulis, bukan karena dikejar deadline dosen.

Menulis bisa jadi therapy bagi kaum urban seperti kita-kita ini, dengan berbagai kegiatan yang menyita banyak waktu, perhatian, serta tenaga, bahkan mungkin perasaan 🙂 . Mari menulis sejenak, mengingat kembali apa saja yang sudah kita lalui dalam beberapa waktu ini.

2016-10-30 06.45.18 1.jpg

Saya sering merasa 24 jam terlalu sedikit untuk melakukan berbagai kegiatan sehari-hari. Mulai hal sederhana seperti mandi, mencuci pakaian, nonton tv dengan keluarga, atau sekedar mendengarkan radio. Ohya, kapan terakhir kali kita duduk santai mendengarkan radio sambil menyeruput secangkir teh ? Sepertinya sudah lama ya 🙂 .

Kaum urban seringkali disibukkan dengan kegiatan sosial, *anti social-social club* begitulah mereka menyebutnya. Misalnya berkumpul dengan kawan-kawan sejawat di kala senggang. Tujuannya bermacam-macam, bisa jadi memang lama tidak bertemu, atau sekedar menjaga silaturahim agar tidak terputus, atau ada juga yang ingin menunjukkan status sosialnya dengan memberitahukan pada kawan-kawan dunia maya apa saja yang sedang dia lakukan. Menjadi makhluk sosial, atau menjadi sosialita ?

Menjaga hubungan baik bukanlah kejahatan, bukan juga termasuk dalam hal yang melanggar norma-norma kita yang seringkali menjunjung tinggi ada ketimuran, untuk dijadikan alasan. Padahal ada juga yang berkumpul karena terpaksa, tidak enak jika tidak datang, takut dianggap anti sosial, dianggap sombong, dan banyak banyak lagi sebutan lainnya. Boleh jadi kawan kita tersebut memang tidak suka dengan keramaian, tidak suka berkumpul menghabiskan waktu hanya untuk nongkrong dan berfoto lalu upload. Lah kalau begini, video conference mah juga bisa kan yaaaa 🙂

Mari berkumpul dengan bahagia.
Meninggalkan kesan yang baik bagi siapa saja yang hadir maupun yang belum bisa hadir. Menorehkan kenangan yang manis dengan tidak menanyakan hal-hal pribadi. Membuat suasana menjadi ceria dengan berbagi hal receh dan bukan gosip.

Perpustakaan Jatim, 3 Juli 2018.
Sedang bergumul dengan niat untuk mengerjakan skripsi.