Jangan samakan tulisan ini dengan lagunya BBB yang sekarang entah kemana. Ini ndak ada hubungannya kok.
Berteman itu bukan cuma perkara ketemuan kemudian foto-fotoan, ada pelajaran berharga yang saya dapat malam ini. Bahwa pertemanan di usia sekarang ini bukan hanya sekedar ketemuan, tapi apa sih yang dihasilkan dari pertemanan itu sendiri. Apa buah yang bisa kita petik dari hubungan yang kita jalin dengan orang asing yang akhirnya kita sebut teman?
Coba diingat-ingat lagi teman yang ndak pernah diajak foto bareng, yang jarang ketemu, yang jarang ngobrol, tapi sekalinya ketemu bisa cerita sampai berjam-jam. Jarang ada teman seperti ini, tapi pasti ada lho orang seperti ini diantara sekian banyak teman yang pernah kita kenal.
Tadi sore saya ketemu seorang teman dekat yang kelewat dekat, sebut saja Chyrsti, partner in crime gitu lah. Sudah lama ndak ketemu, baru tadi pagi ini janjian ke gereja. Sepulangnya dari gereja kita langsung cari tempat makan, sesampainya di rumah makan itu tadi sambil menunggu pesanan kita cerita kegiatan masing-masing selama beberapa bulan ini. Jangankan upload foto, foto bareng aja ndak kepikiran. Kita terlalu sibuk cerita ini itu gini gitu. Mulai dari mesin kasir sampai Kristen Stewart, aset biologis sampai Danang Darto. Yay!
Ndak jarang pembicaraan berujung pada hal-hal yang serius, tentang kehidupan. Bagaimana melihat sesuatu dari berbagai sisi. Karena kita di anugerahi mata hati untuk melihat segala hal jauh lebih manusiawi. Menceritakan bagaimana berkat itu dinyatakan melalui hujan dan air yang menggenang sepanjang jalan pulang, berkat yang hadir lewat pekerjaan, berkat lewat sebuah pertemuan yang saling akhirnya menguatkan.

Walaupun pada akhirnya memang tak akan ada yang bertahan sampai selamanya. Bahwa memang dalam hidup ini ada beberapa hal yang tak bisa dipertahankan walaupun mati-matian diperjuangkan. Salah satunya pertemanan. Maka, saya memilih untuk tidak berjuang, tapi bersyukur dengan segala yang sudah dan akan ada.
Teman itu berkat, sahabat itu anugerah.
Selamat malam.
Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran. Amsal 17:17