Ego yang menang.

Saya tahu kamu lelah, tiap hari dihadapkan dengan egoisme tingkat dewa oleh orang-orang sekitarmu. Tak ada yang memahami kamu kecuali teman-teman di grup whatsapp mu itu. Bahkan orang yang kamu temui tiap hari pun tak pernah benar-benar menyuguhkan kedamaian di hatimu. Benar begitu bukan?

Saya tahu tiap hari kamu selalu kena marah sana-sini padahal kamu sudah melakukan yang terbaik untuk mereka. Kamu kira saya ndak tahu kalau dalam hatimu sebenarnya ingin berteriak memaki mereka semua? Kamu terlalu mudah untuk dibaca, tapi ternyata orang-orang di sekitarmu tak cukup peka untuk memahami maksudmu.

Bahkan disaat kamu marah pun tak ada yang menghiraukan kamu, mereka terlampau egois untuk memahami amarahmu

Maaf, saya ndak cukup kuasa untuk menemani kamu di saat terjepit seperti ini.

Pesan saya hanya satu, tolong jangan pergi lagi. Tak cukupkah tiga bulan di awal tahun lalu?


Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started